Dampak Industri Bioteknologi

DAMPAK INDUSTRI BIOTEKNOLOGI ATAS PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL DI BOSTON DAN SAN DIEGO METROPOLITAN AREA

Resumed by

Imam Yuadi – 9106205401

Abstrak

High-technology/knowledge-intensive industries telah mengalami peningkatan secara tajam sebagai sumber pertumbuhan ketenagakerjaan dan pendapatan masyarakat untuk kebutuhan ekonominya. Masyarakat menginginkan industri ini terus berlangsung dan mampu memberikan keuntungan secara maksimal. Bagaimanapun juga walaupun high-tech industri seperti biotechnology didambakan sebagai tumpuan pembangunan ekonomi, dampak pengembangan lokal dari suatu inovasi regional tidaklah seluruhnya positif. Hal tersebut dikatakan benar terutama mengenai dampak atas populasi semi-skilled dan rendah. Pada beberapa daerah, pertumbuhan baru yang dihasilkan oleh high-tech telah mengkonversi ruang terbuka secara murah ke dalam industri dan komersial yang salah tapi telah berkontribusi secara luas, adanya transportasi buntu, ketiadaan perubahan yang dapat usahakan dan gentrification. Permasalahan ini terutama sekali jelas terjadi di Boston dan San Diego metropolitan area yang tergolong besar pada urutan kedua dan paling besar ketiga U.S. biotechnology secara berturut-turut. Catatan ini mencari pengukuran pembangunan ekonomi lokal yang khususnya berpengaruh pada tenaga kerja dan real estate markets of biotechnology clusters di San Diego dan Boston Metropolitan Area.

Mode adalah berbahaya. Hal ini terutama jelas telah terjadi sejak “kegembiraan yang tidak logis (Irrational exuberance)” tentang dotcom pada tahun 1990-an dimana terjadi kenaikan harga dan tiba-tiba telah pergi dotcom bust. Apa yang dotcoms lakukan pada tahun 1990-an dimana biotechnology telah terjadi pada millennium baru. Modal proyek sedang mengalir pada sektor industri teknologi tinggi dan pemerintah sedang mengarahkannya sebagai faktor kritis pada pembangunan ekonomi lokal. Tentu saja, suatu survei dari 77 lokal dan 36 agen pembangunan ekonomi negara melaporkan bahwa 83% sudah mendaftarkan bioteknologi sebagai salah satu dari dua target utamanya untuk pengembangan industri [1]. Masih mengenai pembicaraan tentang pentingnya sektor high-tech, hal tersebut terus meningkat secara jelas tetapi adanya sedikit perhatian telah diberikan atas dampak nyata industri teknologi tinggi seperti bioteknologi atas pembangunan ekonomi lokal. Lebih dari itu, sumsi mendasar bahwa dampak dari semua high-tech/knowledge-intensive industries adalah sama, dimana untuk mengatakannya secara positif. Teknologi informasi, biotechnologi dan revolusi material yang baru adalah semua disatukan seperti halnya satu keluarga yang bahagia atas kehadiran teknologi dimana semuanya mau tak mau akan diuntungkan. Tetapi pengaruh baik bagi siapa? Ketika secara jelas bahwa yang memiliki skill tinggi akan bermanfaat bagi peluang ketenaga-kerjaan yang terus ditingkatkan, dampak dari industri high-tech khususnya atas kemampuan semi-skilled dan rendah harus diperjelas dalam urutan penentuan kebijaksanaan untuk memahami bagaimana cara melayani kebutuhan dari komponen yang kritis untuk seluruh penduduk Amerika. Guru besar. Maryann Feldman telah mencatat bahwa sumber daya sangat penting dikeluarkan untuk mempromosikan pengembangan biotech tetapi ada suatu pemahaman terbatas tentang bagaimana penempatan secara efektif menghasilkan penghargaan ekonomi dari industri ini [2]. Catatan ini adalah suatu usaha untuk mengisolasikan dampak teknologi tinggi industri bioteknologi atas pembangunan ekonomi lokal tertentu pada dua Pusat Bioteknologi Amerika, yaitu Boston dan San Diego metropolitan area. Tujuannya bukanlah untuk memfitnah bioteknologi industri tersebut tetapi arti pentingnya adalah tidak dapat disangkal lagi dan untuk membangkitkan pembuat kebijakan atas kenyataan bahwa bioteknologi bukanlah suatu obat mujarab untuk pembangunan ekonomi lokal, terutama mengenai perubahan dan kebutuhan ketenagakerjaan semi-skilled dan rendah.

1. HipotesisHipotesis utama pada catatan ini adalah berlawanan dengan penentu kebijaksanaan dimana secara signifikan biotekologi berdampak negatif pada pembangunan ekonomi lokal, terutama sekali untuk populasi semi-skilled dan rendah. Yang mendasari pertimbangan untuk pernyataan tersebut adalah:1. Perluasan biotechnologi ke dalam area baru mendorong ke arah gentrification. 2. Biotechnology bukanlah suatu sumber yang signifikan pada ketenaga-kerjaan yang penting untuk semi-skilled dan rendah. 3. Fokus atas bioteknologi tidaklah kondusif bagi keanekaragaman ekonomi yang lebih penting untuk mendukung pembangunan ekonomi local4. Bioteknologi mempunyai dampak tercemarnya lingkungan Hipotesis ini dihubungkan dengan kesimpulan yang akan diuji berkenaan dengan Boston dan San Diego area metropolitan. Boston metropolitan area merujuk pada kota besar Boston dan Cambridge yang masing-masing berperan beda dalam sistem produksi bioteknologi regional. San Diego metro Area mengacu pada daerah yang mencakup kota-kota besar San Diego dan La Jolla. Pembangunan ekonomi lokal mengacu pada dampak atas real estate dan pasar tenaga kerja dengan suatu penekanan khusus pada tingkatan bioteknologi industri yang menghasilkan “ job with ladder” [3] untuk masyarakat yang memiliki pendapatan rendah dan keahlian moderat serta pengaruh pasar yang berhubungan dengan usaha kos-kosan.

2. Latar BelakangAnalisis dampak bioteknologi industri atas pembangunan ekonomi lokal harus mulai dengan suatu pemahaman bioteknologi dan dinamikanya. Pertama, apa yang secara rutin dikenal sebagai bioteknologi industri tidaklah benar sebagai suatu industri yang berbeda sama sekali tetapi lebih merupakan suatu koleksi teknik, khususnya tentang genetic engineering [2]. Secara rinci, bioteknologi adalah aplikasi pengetahuan biologi dan teknik yang berhubungan dengan molekular, selular serta proses genetik untuk mengembangkan produk dan jasa [1]. Teknik ini mungkin diberlakukan atas lingkungan industri luas yang mencakup pertanian (agriculture) yaitu teknik genetik tumbuhan dan binatang untuk makanan dan serat, pabrikasi (manufacturing) yaitu pemrosesan makanan dan teknik kimianya serta komputerisasi yaitu bio-computers [1]. Bioteknologi yang kabur memiliki pembedaan antara kesehatan, makanan, bahan-kimia, dan industri pertanian mempersatukannya suatu kelompok teknis secara umum [4]. Bagaimanapun, kategori aplikasi bioteknologi yang paling besar adalah dalam bidang kesehatan dan kedokteran yaitu hasil diagnosa, perawatan dan pencegahan penyakit [1]. Menurut perkiraan Standard dan kekurangannya, diagnostik manusia (human diagnostics) terdiri dari 15%, pengobatan (80%) dan jumlah perhitungan 95% atas biotechnology revenues [1]. Industri bioteknologi modern telah ada pada tahun 1953. Dr. James Watson dan Mr. Francis Crick dari Cambridge University UK menemukan struktur pilihan ganda atas DNA. Menurut penenuannya, mereka menyadari bahwa jika instruksi atas azas keturunan untuk pembuatan suatu protein dapat dikenali dan dimasukkan dalam DNA atas sel kehidupan, kemudian sel itu akan mampu atau tidak membuat protein tetapi juga melalui kemampuannya dalam generasi sel masa depan [4, p.5].Kegunaan yang praktis dari penemuan ini adalah sangat penting dalam mempertimbangkan produksi massal atas protein yang diinginkan yang pada umumnya berupa obat/racun, melalui penggunaan organisma pabrik dan “peningkatan” tentang organisma diri mereka yang umumnya oleh penambahan pada DNA-nya sebagai suatu gen baru yang memiliki mutu organism – pest-resistance untuk panen tanaman sebagai contohnya [4]. Pada tahun 1973, bioteknologi mengambil suatu langkah penting ke arah komersialisasi ketika permohonan paten telah disimpan oleh Profesor Stan Cohen dari Stanford University dan Herbs Boyer dari Universitas California di San Francisco [2]. Hak paten ini menyajikan suatu teknik untuk pergerakan gen antara organisma dan ditranformasikan dalam ilmu pengetahuan dasar biologi molekular ke dalam pengetahuan yang sangat bermanfaat. Pemilihan waktu dari penemuan ini bersamaan era baru transfer teknologi aktif oleh penelitian-penelitian perguruan tinggi di Amerika yang mempatenkan penemuan ilmiah dan kemudian perijinan hak untuk menggunakan hak paten ini ke perusahaan dalam meningkatkan komersialisasi riset akademis [2,p.3]. Sebagai konsekuensi, banyak perusahaan bioteknologi telah dibentuk oleh pemerintah Amerika Serikat. Banyak dari penemuan ilmiah asli dalam bioteknologi tidak dibuat di Amerika Serikat tetapi lebih banyak di Eropa, khususnya Britania Raya. Bagaimanapun juga, Amerika Serikat memiliki modal proyek pengembangan sistem jauh lebih ahli dalam memperdagangkan penemuan itu. Hal ini jelas terlihat pada tabel yang dikemukan oleh Philip Cooke dalam artikelnya yang berjudul New Economy Innovation Systems: Biotechnology in Europe and the USA yang terbit pada bulan Desember 2001 Tabel terakhir sungguh ilustratif dalam menyoroti perbedaan di Amerika Serikat dan Investasi Modal proyek mengenai Eropa tentang teknologi baru seperti bioteknologi pad awal 1990-an. Hasil sistem inovasi ekonomi yang baru telah sukses di Amerika Serikat yaitu pada tahun 2001 sekitar 1497 bioteknologi perusahaan berdiri di Amerika [2]. Sebagai tambahan terhadap modal proyek ini “sistem inovasi ekonomi baru” ditandai oleh lokalisasi atau pendekatan kota besar inovatif atau pengelompokan yang berkaitan dengan host knowledge-driven clusters dan negara regional ataupun sub-national area administratif dengan kebijakan yang proaktif atau dermawan ke arah promosi inovasi sistemic [5]. Secara kontras, mengenai Eropa dalam komersialisasi bioteknologi di lakukan terobosan ilmiah, sistem inovasi regionalnya didukung oleh perusahaan sektor publik yang luas dalam aktivitasnya. Sistem Inovasi ini membantu dalam menjelaskan mengapa area seperti Boston dan San Diego sudah menjadi bioteknologi yang dominan. 3. Industri Bioteknologi AmerikaDi Amerika Serikat, industri bioteknologi dipusatkan dalam 9 bangsa dari 51 area metropolitan paling besar [1, p.3]. hal tersebut meliputi Boston metropolitan area; the San Francisco Bay Area (San Francisco, Oakland and San Jose); San Diego; Research Triangle, North Carolina (Raleigh-Durham-Chapel Hill); Seattle–Tacoma; New York–Northern New Jersey; Philadelphia– Wilmington–Atlantic City, Pennsylvania; Los Angeles; and Washington, DC-Baltimore, Maryland [1, p.3]. Sembilan area tersebut meliputi lebih dari 60% dari semua Institut Kesehatan Nasional yang membelanjakan riset bioteknologi serta kurang dari 66% dari semua hak paten yang berhubungan dengan bioteknologi [1, p.3]. Metropolitan Area adalah pemimpin dalam bioteknologi sebab mereka mempunyai dua di antara unsur-unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan industri: pre-commercial-nya yang kuat didukung kemampuan riset medis dan kemampuan untuk mengkonversi dalam meriset aktivitas komersil melalui investasi sektor swasta berkelanjutan dalam pengembangan produk [1, p.3]. Perusahaan bioteknologi cenderung di sekitar universitas [6]. Hal Ini disebabkan karena teknologi mempunyai suatu keterhubungan dengan tahapan riset sebelum produk dapat dipasarkan untuk diproduksi. Ilmu pengetahuan yang berbasis dasar lingkungan perguruan tinggi mempunyai hubungan dalam bioteknologi usahawan. Ilmu pengetahuan Dasar mempunyai suatu nilai ekonomi yang cenderung menarik spekulasi kapitalis dan intellectual property tertarik dalam memperdagangkan inovasi penelitian perguruan tinggi [5]. Lebih dari itu, banyak pencipta bioteknologi perusahaan adalah profesor perguruan tinggi yang memiliki hubungan akademis penting. Lagipula, ilmuwan perguruan tinggi bertindak sebagai sumber dari banyak bioteknologi lahir dari karyawan perusahaan. Jaringan dan modal sosial membantu perkembangan ke arah institusi utama tentang pelajaran yang lebih tinggi mengenai faktor kritis organisasi biotekologi karena cenderung untuk tumbuh subur ketika mereka menjadi bagian dari suatu ekosistem yang dilokalisir seperti pelanggan, bakat menyatukan, pusat riset dan akademia [7]. Usahawan Bioteknologi bermanfaat bagi para intelektual, teknologi dan sosial “spillovers”. Interaksi jaringan didasarkan pada usahawan, ilmuwan, pemberi modal dan orang-orang di dalam bisnis yang sama dan dengan memperbandingkan mindsets untuk diri mereka [5]. Manajemen universitas dihormati sebagai model superior dalam bioteknologi perusahaan karena peluang untuk pertukaran pengetahuan. Lebih dari itu, keadaan yang semakin kolaboratif dalam kompetisi melalui formasi bisnis baru dari startups dan spin-offs lebih umum dibandingkan dengan pengaturan lain oleh karena peluang bisnis baru dan pasar [5]. Akhirnya, rumah sakit juga merupakan suatu komponen bioteknologi yang kritis di Amerika Serikat dalam menyediakan pegujian jasa untuk biotech produk yang lulus tahap percobaan klinis. Sebagai contoh, Boston’s Brigham dan Women’s Hospital menyajikan pengujian untuk biotekologi yang dipastikan oleh Biogen’s hirulogin, suatu bahan pengencer darah untuk perlakukan penyakit serangan jantung [8]. Proses produk bioteknologi yang dikembangkan adalah Rantai Nilai Biotechnology (Biotechnology Value Chain) [9] yang memiliki proses sebagai berikut: Oleh karena itu, proses produksi bioteknologi yang panjang cukup lebih dari satu dekade. Hal ini merupakan suatu yang amat penting menjadi pembahasan lebih lanjut. Lebih dari itu, tahap riset dan pengembangan terutama 9 puncak metropolitan area dimana biotechnology terpusat di Amerika Serikat khususnya R&D Center. Ada dua jenis riset yaitu: riset dasar (basic research), yang memerlukan studi yang diarahkan untuk pengetahuan atau pemahaman gejala dan fakta tanpa aplikasi spesifik dalam pemikirannya dan riset terapan (applied research), yang memerlukan studi untuk mendapatkan pengetahuan atau pemahaman terhadap kebutuhan spesifik dan yang dikenali bahkan dijumpainya [10]. Pengembangan ini memerlukan aplikasi pengetahuan untuk menciptakan produk yang dirancang dalam penemuan kebutuhan spesifik [10]. 4. Pertumbuhan Bioteknologi di Amerika SerikatBeberapa faktor yang mengendalikan pertumbuhan industri bioteknologi di Amerika Serikat. Demografis adalah katalisator utama untuk pertumbuhan industri tersebut. Sebagai presentase dari populasi dunia yang hidup dalam peningkatan lebih panjang berhubungan dengan kesehatan dan terobosan medis serta banyaknya usia baby-boom, berkenaan dengan farmasi dan perusahaan bioteknologi diharapkan permintaan tersebut untuk terapi medis yang dihasilkan oleh pertumbuhan bioteknologi [11]. Proyek Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lenih dari 65 populasi akan mengekspansi di bawah 400 juta pada tahun 1997 lebih dari 800 juta pada tahun 2025 [11]. Hal ini merupakan suatu potensi luar biasa dalam menjual produk bioteknologi perusahaan. Modal proyek diperuntukkan untuk dotcoms dan investasi yang berhubungan dengan Internet-related kini mengalir kepada bioteknologi sektor bahan baker dalam pertumbuhan industri tersebut. Sebagai contoh, pada tahun 2001, 17% dari $ 908 juta modal proyek penanaman modal di Massachusetts terletak pada sector bioteknologi yang terpusat di Boston dan Cambridge [12]. Antara tahun 1995 dan 2001, $ 1,915,654,300 atau 19.7% dari total modal proyek untuk biopharmaceuticals telah diinvestasikan di 211 perusahaan bioteknologi di Boston metropolitan area seperti halnya pada San Diego area adalah $1,505,896,000 (15.4% dari total keseluruhan) yang diinvestasikan di 169 perusahaan biotech [13]. Pertumbuhan pada investasi bioteknologi baru-baru ini belum pernah terjadi. Menurut survei MoneyTree dari PricewaterhouseCoopers, Thomson Venture Economics, and the National Venture Capital Association, investasi modal proyek dalam bioteknologi dan perusahaan alat medis yang dikombinasikan dengan jumlah total $ 4.7 milyar pada tahun 2002, atau 22% dari semua investasi, proporsi yang paling tinggi pada tujuh tahun terakhir [14]. 5. Globalisasi Industri BioteknologiSuatu kritik yang penting dalam memahami pengaruh industri bioteknologi di Amerika Serikat telah mengarah pada globalisasi. Peningkatannya, terjadi pada San Diego dan Boston metropolitan area adalah suatu komponen kritis dari proses produksi global untuk perusahaan biopharmaceutical, terutama sekali pada R&D. Anehnya, perusahaan yang berhubungan dengan farmasi di Eropa sedang memimpin globalisasi tersebut. Genentech, perusahaan utama bioteknologi di Amerika Serikat, benar-benar dimiliki oleh perusahaan farmasi Swiss, Roche pada tahun 1997, Perusahaan yang tadinya Swedish firm Pharmacia Corp. ditransfer secara keseluruhan dari London ke New Jersey yang beraliansi dengan French–German pharmaceutical firm Aventis pada tahun 1999. Sebagai bagian dari perencanaan strategisnya, Swiss pharmaceutical firm Novartis tengah bergeser banyak pada R&D ke biotechnology Amerika di Boston dan San Diego metropolitan area. Sebagai contoh, Novartis bekerjasama dengan Dana Farber Cancer Center di Boston dan mempunyai $ 800 juta persetujuan dengan Boston-based Vertex Pharmaceuticals Inc. untuk membantu menemukan obat dimana Novartis dapat mengembangkannya untuk pasar [15]. Vitalitas dari bioteknologi America dalam kaitan dengan kesuksesan diatas tentang spekulasi model capital-led-nya adalah suatu alasan utama dalam pergeseran ini. Bagaimanapun, pertimbangan lain mengenai bioteknologi tergantung pada pre-commercial R&D yang dikendalikan oleh sejumlah pembiayaan pada riset dasar. Tentang hal tersebut, Amerika Serikat jauh berkembang lebih cepat dari Eropa sebagai the National Institutes of Health’s $ 23 milyar. anggaran tahunan untuk riset grants banyak dialokasikan ke perguruan tinggi dan rumah sakit yaitu sekitar 50 kali jumlah yang disediakan oleh semua anggota European Union [15]. Eropa juga tertinggal dari Amerika Serikat dalam mengadopsi peraturan research-friendly. Sebagai contoh, Eropa mengadopsi suatu “orphan drug act,” suatu ketetapan yang dirancang untuk mendorong penelitian dalam perawatan penyakit yang jarang dengan melakukan perlindungan pasar tertent pada tahun 2000, 15 tahun setelah Amerika Serikat melakukannya [15]. Tekanan politis di Eropa dari aktifis lingkungan dengan keras mempertentangkan penggunaan genetika binatang dimodifikasi untuk pengujian, suatu alat penting dalam riset bioteknologi, juga bekerja melawan industri bioteknologi di Eropa [16]. Insentif tersebut membuat bioteknologi di Amerika Serikat lebih vital dibandingkan Negara-negara di Eropa. Kebanyakan perusahaan farmasi Eropa menghasilkan laba besar di Amerika Serikat, mereka tengah berkembang semakin banyak pada R&D yang terdapat di Amerika Serikat juga. Dr. Daniel Vasella, CEO Novartis, mengatakan bahwa perusahaannya menghasilkan 43% dari penjualannya di Amerika Serikat dan kurang dari sepertiga di Eropa. Dalam catatannya: “tidak diragukan lagi bahwa profitabilitas dan pertumbuhannya merupakan suatu bantuan pasar dalam menentukan investasi riset yang dilakukan, merupakan suatu logika bisnis sederhana” [15]. Hasil yang kumulatif dari semua faktor ini telah mampu meningkatkan globalisasi industri biopharmaceutical dimana Amerika Serikat sebagai pusat globalisasi untuk bioteknologi R&D. Grafik di bawah [20] mempertunjukkan pergeseran yang dramatis dalam investasi riset obat secara global: Sebagai bukti, pada tahun 1995, Eropa mempunyai suatu petunjuk penting dalam investasi riset obat secara global, tetapi sebagai industri farmasi telah menggeser lebih banyak investasinya ke dalam bioteknologi dan konsekuensi dari aturan ilmiah Lingkungan Eropa yang terganggu, secara nyata telah berkurang. Pada tahun 2000, Eropa menarik sekitar 70% dari $ 24.3 milyar investasi riset biopharmaceutical yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat, suatu kebalikan langsung dari bagian riset mereka pada tahun1990 [15]. Eropa bukanlah satu-satunya yang tengah melakukan operasi bioteknologinya. Chugai, suatu perusahaan farmasi Jepang, adalah salah satu dari perusahaan asing yang lebih dulu menetapkan kehadiran bioteknologi di San Diego ketika pada tahun 1989 membeli Gen-Probe, suatu perusahaan diagnostik. Pada pertengahan tahun 1990-an, Chugai memperluas operasinya di San Diego melalui Gen-Probe untuk menghasilkan obat. Inovasi dari bioteknologi di Amerika seperti San Diego dihargai sangat banyak oleh Jepang dengan memastikan modal proyek JAFCO sejumlah $ 500 juta di bawah manajemen Amerika Serikat dan $ 3 milyar di seluruh dunia, telah menyediakan suatu kantor di La Jolla, San Diego pada markas besar Forward Ventures, suatu modal proyek yang dipastikan terpusat pada investasi ilmu yang mempelajari kehidupan (live science) dan mempunyai $ 340 juta di bawah manajemennya [21]. Contoh lain adalah Sequenom, suatu perusahaan German-British, dengan teknologi mampu mempertimbangkan single-nucleotide sejenis yang akurat dan polymorphisms ( SNPs) yang cepat. Ini adalah varian gen yang disebabkan oleh perubahan tunggal dalam DNA yang tersusuan atas gen dan dapat secara drastis mempengaruhi bagaimana suatu gen berfungsi [21]. Walaupun industri sejenis dimulai UK tetapi persuahaan tersebut tidak terletak di UK atau Jerman tetapi di San Diego dikarenakan para eksekutif melihat kesempatan lebih untuk berkembang di sana [21]. Salah satu alasan dari kesempatan terbaik bahwa biotech Amerika seperti San Diego dan Boston adalah pasar tenaga kerja global yang terbaik dan paling cerdas dari seluruh penjuru dunia datang untuk belajar. Hal tersebut lebih mudah untuk mengidentifikasi dan merekrut sesuatu yang langka dan personil terlatih berada di pusat industri ini. Tidak hanya bakat ilmu kehidupan (life science) Amerika yang menyatukan lebih besar dan mutu superior tetapi di Amerika Serikat, ilmuwan adalah jauh lebih berkeinginan mengambil resiko atas ketenaga-kerjaan pada spekulasi kecil capital-funded biotech start-ups. Hasilnya adalah suatu tingkatan inovasi yang lebih besar bagi perusahaan asing untuk mencari akses. Sistem produksi bioteknologi global juga meluas di luar Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Khususnya, tahap pabrikasi telah bergeser ke negara berkembang yang menawarkan keuntungan pajak. Sebagai contoh, pada tahun 2000, Schering-Plough mengumumkan bahwa akan membangun empat produksi dan unit riset pada Tuas Pharma Park di Singapore dengan biaya $ 450 juta [22]. Rencana tersebut meliputi bangunan pabrik curah multiproduk, fasilitas manufaktur steril bioteknologi, unit dosis padat oral dan fasilitas R&D [22]. Pada waktu yang sama, Pfizer rencananya mengumumkan untuk fasilitas dengan biaya $ 350 juta, juga pada Tuas, untuk pembuatan ramuan aktif seperti sildenafil (Viagra) dan obat (drugs) lain untuk angina dan tekanan darah tinggi [22]. Konstruksinya diharapkan selesai pada tahun 2004. Perlengkapan persetujuan investasi diefektifkan oleh pemerintah Singapura, perlindungan kuat terhadap intellectual property dan kekuatan pekerja terdidik membuat investor tertarik untuk menentukannya sebagai lokasi produksi. Sebagaimana catatan menteri kesehatan bahwa: “Singapura mengarahkan suatu dasar strategis bagi dunia untuk melakukan suatu hal yang berkenaan dengan farmasi, biopharmaceuticals dan produk pelayanan kesehatan. Singapura adalah juga sebagai tempat dikembangkannya pusat kegiatan regional untuk medis dan jasa pelayanan kesehatan, dengan suatu orientasi riset dan pengembangannya yang kuat, mendorong ke arah hubungan farmasi dan industri bioteknologi industri [22].” Cita-Cita untuk menjadi biotechnology R&D global dan pusat kegiatan adalah bukti dari pemerintah Biopolis, suatu taman ilmu pengetahuan dipersembahkan dengan menyediakan fasilitas laboratorium untuk perusahaan ilmu biomedical dekat lembaga riset dan perguruan tinggi. Sebagai suatu rangsangan masuknya investasi asing, Pemerintah Singapura mengijinkan kebebasan riset lebih besar. Sebagai contoh, tidak sama dengan Amerika Serikat, Ilmuwan di Singapura bebas untuk menyelidiki batas riset sel batang dan usahanya dihargai oleh pemerintah dengan memberikan reward, pada bulan Februari 2003, Novartis meluncurkan $ 160 juta riset di Singapura untuk menemukan obat untuk penyakit tropis seperti demam berdarah dan multidrug TBC yang bersifat menyembuhkan orang-orang Asia dan Afrika yang lebih miskin [23]. Supaya tidak dikalahkan, Malaysia sedang mengembangkan ” BioValley,” suatu zona yang diperuntukkan bagi investasi bioteknologi. Suatu bagian integral sistem produksi bioteknologi global, negara sedang berkembang yang paling berhasil bukanlah di Asia tetapi di Caribbean. Puerto Rico telah melampui yanag lain dalam hal lokasi produksi untuk biopharmaceuticals. Dimulai pada tahun 1976 ketika Konggres memberlakukan kredit pajak di bawah Bagian 936 Kantor Pajak mengenakan pajak untuk perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi dalam wilayah Amerika Serikat untuk menciptakan pekerjaan dan investasi di tanah daratan tersebut. Perusahaan farmasi menggunakan kredit pajak tersebut dalam menetapkan bangunan pabrik di Puerto dan pada tahun 1993, mereka mempekerjakan 22,000 orang [24]. Ketika bioteknologi telah menjadi suatu komponen penting dari operasi yang berkenaan dengan farmasi, Puerto Rico juga telah memunculkan suatu lokasi penting untuk biomanufacturing. Kredit menarik bagi perusahaan obat per-unit bahan baku diperuntukkan rendah, pabrikasi dan biaya-biaya pengiriman buat produksi pada suatu lokasi remote lebih memungkinkan serta margin keuntungan besarnya memerlukan pemulihan investasi riset mahal telah ditangani oleh kredit [24]. Bahkan setelah Bagian 936 kredit pajak telah dihapuskan pada pertengahan 1990-an, hukum perpajakan baru telah diadopsi untuk memelihara Puerto pada posisi Rico’s competitive. Perusahaan telah beroperasi di bawah Bagian 936 yang telah diwarisi seorang 10 tahun periode kakek dan perusahaan dapat mengkonversi operasi mereka untuk perusahaan asing yang dikendalikannya ( CFCs). Demikian pula pendapatan aktif tidaklah kena pajak Amerika Serikat. [25]. Berikut adalah Investasi terbaru di Puerto Rico oleh perusahaan utama yang terpilih: Karenanya sistem produksi bioteknologi global mempunyai dampak tidak sekadar penting pada tanah daratan Amerika Serikat tetapi juga dalam wilayah bergabung dalam naungannya. Puerto Rico jelas bermanfaat dekat bagi bioteknologi penting dan sebagai pasar farmasi yang menguntungkan di dunia.

  1. Dinamika Industri Bioteknologi di Boston dan San Diego metro area

Globalisasi industri bioteknologi i mempunyai tingkatan lebih lanjut akan pentingnya biotech di Amerika Serikat sebagai lokasi R&D untuk perusahaan farmasi multinasional. Seperti dinyatakan di awal bahwa pemerintah sedang mengarahkan bioteknologi sebagai faktor kritis pada pembangunan ekonomi pada masyarakatnya. Dalam kaitannya dengan pertumbuhan industri bioteknologi, bioteknologi utama terpusat di Boston metropolitan area sedang mengalami pertumbuhan. Perguruan tinggi ingin memperluas fasilitasnya demi riset dalam menawari para profesor life science untuk memulai bisnis dengan kemampuan risetnya. Profesor membutuhkan ruang untuk usaha yang bersifat ownentrepreneurial endeavors dalam bioteknologi.Dr. Daniel Vasella, Chairman dan CEO Novartis menerangkan dasar pemikiran perusahaan untuk menempatkan Cambridge: “Analisis menunjukkan bahwa semakin banyak kesulitan untuk menarik dan mempertahankan bakat ilmiah, maka kita harus pergi di mana bakat tersebut berada. Cambridge adalah suatu tempat khusus pengembangan bakat ilmiah yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia [ 29].” Menurut Walikota Michael Sullivan, tingkat lowongan untuk tempat laboratorium di keseluruhan Kota besar Cambridge hanya 2% [ 29]. Semuanya mempunyai dampak dramatis atas pembangunan ekonomi lokal seperti sekarang ini perlu diperbaharui penekanannya atas pengembangan brownfields di daerah minus sebagai pusat biotech.

Boston dan San Diego metropolitan area telah dipilih untuk studi ini sebab mereka tergolong urutan kedua dan ketiga berturut-turut di belakang San Francisco Bay Area sebagai pusat bioteknologi di Amerika Serikat. Lebih dari itu, ada kecenderungan penting pada tempat kerja dalam tempat spesifik ini. Oleh karena ruang itu, perusahaan bioteknologi di Boston metropolitan area tengah pindah ke area “non-traditional” seperti Crosstown Roxbury’s. Tentu saja, Massachusetts Biomedical Innitiative ( MBI), suatu korporasi yang bebas pajak mandiri tercipta untuk mendukung perluasan dan pertumbuhan bioteknologi tersebut dan perusahaan alat medis melalui daerah dengan mendirikan suatu Innovation Center di Roxbury on Hampden Street. Secara strategis, area ini ( lihat peta) idealnya ditempatkan bioteknologi di dalamnya dimana secara geografis di pusat kota besar.

Secara substansi, jumlah ruang terbuka dan daratan underutilized. Hal tersebut adalah dekat dengan Boston Biosquare University, Longwood Area Medis, dan Harvard Medical School, komponen utama dalam kelompok bioteknologi Boston. Area tersebut dapat diakses dari jaringan jalan raya regional via Melnea Cass Bulevard dan perhentian orange line T di sekitarnya. Bagaimanapun juga, secara ekonomis, Roxbury/Crosstown area adalah salah satu dari yang termiskin di lingkungan kota besar tersebut. Pendapatan perkapita pada tahun 1999 saja $ 14,417 dibandingkan $ 23,768 untuk kota besar Boston dan 66% dari penduduk area adalah penyewa [30]. Hanya 22% dari 94.5 prosentase populasi minoritas Roxbury memiliki rumah yang dibandingkan ke 31% citywide [30]. Diperkirakan 40% dari penduduk Crosstown tidak punya ijazah sekolah menengah, menurut Data Sensus 1990 [31]. Hanya 11% memegang B.A. dibandingkan ke prosentase 20% Boston; dan hanya 6% memegang lulusan atau derajat tingkat profesional yang dibandingkan ke 13 prosentase rata-rata Boston.

KUALITAS PERANGKAT LUNAK: Definisi, Pengukuran dan Implementasi (Studi kasus dalam open-source software)

Definisi
Berbagai macam definisi kualitas perangkat lunak (software quality) tergantung dari mana pemakai (user) memandang dan melihat sesuai dengan kebutuhannya. Menurut Crosby (1979:34) mendefinisikan kualitas atau mutu sebagai “conformance to requirements”. Selama seseorang dapat berdebat tentang perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan kemauannya, definisi kualitas harus mempertimbangkan perspektif pemakai tersebut. Kunci utama pertanyaan untuk sebuah definisi kualitas adalah siapa pemakainya, apa yang penting bagi mereka dan bagaimana prioritasnya tentang metode apa yang dibangun, dibungkus untuk mendukung sebuah produk?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengenali herarki dari kualitas perangkat lunak. Pertama, suatu produk perangkat lunak harus menyediakan fungsi suatu jenis dan waktu yang sama ketika pemakai memerlukannya. Kedua, produk harus berjalan. Jika produk memiliki kecacatan maka produk tersebut tentunya tidak ada konsistensi kelayakan. Para pemakai tidak akan menggunakannya dengan mengabaikan atribut-atribut yang menyertainya. Hal tersebut tidak berarti bahwa kecacatan selalu menjadi prioritas yang paling utama dalam menolak suatu produk tetapi akan menjadi sangat penting dalam melihat layak atau tidaknya. Jika tingkatan cacat minimum belum dicapai maka berbagai hal tidak ada yang perlu dipertimbangkan. Di luar ambang kualitas tersebut, bagaimanapun juga sesuatu yang berhubungan dengan pertimbangan dan penilaian cacat suatu produk perangkat lunak seperti halnya kegunaan, kecocokan, kemampuan, dan lainnya tergantung pada pemakai tersebut memandang dan menilainya termasuk didalamnya aplikasinya dan lingkungan software yang menyertainya (Humphrey, 1994).

Selengkapnya lihat di http://www.geocities.com/iyuadi/rpluasimam.pdf atau lihat di BLOG ROLL tentang Kualitas Perangkat Lunak

Mengenal Model Life Cycle dan Model Proses Klasik Waterfall Perangkat Lunak

Perkembangan perangkat lunak bisa dianggap sebagai lingkaran pemecahan masalah dimana terdapat empat keadaan berbeda yaitu:

  • status quo
  • definisi masalah
  • perkembangan teknis memecahkan masalah di keseluruhan aplikasi dari banyak teknologi
  • integrasi pemecahan menyampaikan hasil kepada siapa yang membutuhkan pertama kali

Lingkaran pemecahan masalah berlaku untuk kerja rekayasa perangkat lunak pada tingkat resolusi yang berbeda. Lingkaran tersebut dapat dipakai pada tingkat makro ketika bagian pada aplikasi dipakai; pada tingkat tengah jika komponen program direkayasa; dan bahkan pada tingkat kode sekalipun. Dengan demikian, perwakilan fraktal dapat dipakai untuk memberikan pandangan proses yang ideal (Pressman, 2002: 35).

 

Sejak tahun 1960-an banyak deskripsi tentang life cycle perangkat lunak klasik telah diperkenalkan oleh beberapa tokoh (sebagai contoh; Hosier 1961, Royce 1970, Boehm 1976, Distaso 1980, Scacchi 1984, Somerville 1999). Pada tahun 1970, Royce memperkenalkan formulasi life cycle perangkat lunak dengan menggunakan waterfall chart yang sampai sekarang masih banyak digunakan oleh kalangan praktisi. Model meringkas sebuah tampilan tunggal tentang bagaimana mengembangkan sistem perangkat lunak besar dengan tingkat kesulitan yang melibatkan tugas rancang-bangun kompleks yang memerlukan langkah berulang dan pengerjakan lagi sebelum dilakukan tahap penyelesaian. Model ini memerlukan presentasi pengantar khususnya kepada pemakai sistem yang mungkin tidak familier dengan berbagai strategi dan permasalahan teknis yang harus ditujukan ketika membangun sistem perangkat lunak besar (Royce dalam Scacchi, 2001: 1-2).

 

Lebih jauh Scacchi (2001) menjelaskan bahwa model life cycle perangkat lunak klasik pada umumnya meliputi sejumlah aktifitas sebagai berikut:

  • System Initiation/Planning: dari mana sistem tersebut datang?. Pada kebanyakan situasi, sistem mungkin baru menggantikan atau melengkapi mekanisme pengolahan informasi yang ada, apakah mereka sebelumnya diotomatkan, manual, atau informal.
  • Requirement Analysis and Specification: mengidentifikasi permasalahan pada suatu sistem perangkat lunak baru adalah dengan memperkirakan pemecahkan masalahnya, kemampuan operasional, karakteristik capaian diinginkan dan infrastruktur sumber daya yang memerlukan pengoperasian sistem pendukung dan pemeliharaan.
  • Functional Specification atau Prototyping: mengidentifikasi dan menyusun object perhitungan yang potensial, hubungan dan atribut mereka, operasi yang mengubah bentuk object tersebut, batasan yang membatasi perilaku sistem dan sebagainya.
  • Partition and Selection (Membangun vs Membeli vs Menggunakan kembali): kebutuhan yang diberikan dan spesifikasi fungsional, membagi sistem itu ke dalam potongan yang dapat dikendalikan sehingga menandakan subsistem logis kemudian menentukan apakah sistem baru, sistem yang telah ada atau sistem perangkat lunak bisa kembali sesuai dengan potongan yang diperlukan.
  • Architectural Design and Configuration Specification: menggambarkan sumber daya dan interkoneksi yang menghubungkan antara subsistem sistem, komponen dan modul dalam berbagai cara yang pantas untuk disain terperinci dan keseluruhan manajemen. Spesifikasi disain komponen yang terperinci menggambarkan metode tentang bagaiamana sumber daya data di dalam modul suatu komponen diubah dari masukan yang diperlukan ke dalam keluaran yang disajikan.
  • Component Implementation and Debugging: melakukan kodifikasi spesifikasi yang terdahulu ke dalam implementasi source program operasional dan mengesahkan operasi dasar mereka. Pengintegrasian perangkat lunak dan pengujian: menyatakan dan mendukung keseluruhan integritas sistem perangkat lunak dalam bentuk konfigurasi arsitektur sistem melalui verifikasi yang konsisten dan kelengkapan implementasi modul, membuktikan interkoneksi dan interface sumber daya terhadap spesifikasi di atas dan memvalidasi capaian sistem dan subsistem terhadap kebutuhan tersebut.
  • Documentation Revision and System Delivery: pengemasan dan rasionalisasi merekam uraian pengembangan sistem ke dalam pemakai dan dokumen yang sistematis dan user guides, semua yang ada di format yang pantas untuk diseminasi dan system support.
  • Deployment and Installation: menyediakan arah untuk instalasi perangkat lunak yang dikirimkan ke dalam lingkungan komputer lokal, konfigurasi parameter sistem operasi dan perlakuan khusus akses pemakai, dan menjalankan diagnose test cases untuk meyakinkan kelangsungan hidup dari operasi sistem basis dasar.
  • Training and Use: menyediakan para pemakai sistem dengan bantuan alat instruksi dan bimbingan untuk pemahaman kemampuan sistem dan pembatasannya dalam rangka menggunakan sistem secara efektif.
  • Software Maintenance: mendukung operasi yang bermanfaat pada suatu sistem dalam target (host) lingkungannya dengan menyediakan permintaan peningkatan fungsional, pekerjaan pembetulan dan capaiannya

 

Apa Model Life Cycle Perangkat Lunak?

Model life cycle perangkat lunak adalah suatu deskriptif atau penentuan karakteristik tentang bagaimana suatu perangkat lunak harus dikembangkan. Model deskriptif menjelaskan tentang sejarah bagaimana sistem perangkat lunak tertentu telah dikembangkan. Model deskriptif mungkin digunakan sebagai dasar untuk pemahaman dan peningkatan proses pengembangan software atau untuk membangun model dasar ( Curtis, Krasner, Iscoe dalam Scacchi, 2001: 8).

 

Deskriptif model life cycle, pada sisi lain, menandai bagaimana sistem perangkat lunak tertentu benar-benar dikembangkan dengan pengaturan tertentu. Demikian pula, mereka umumnya lebih sedikit dan sulit untuk mengartikulasikan dengan alasan yang jelas dan nyata. seseorang harus mengamati atau mengumpulkan data melalui seluruh life cycle suatu sistem perangkat lunak, masa waktu lampau sering terukur dalam hitungan tahun. Model deskriptif dikhususkan untuk mengamati sistem dan hanya men-generalisasi secara sistematis analisa komparatip. Dua karakteristik ini menyatakan bahwa ada beberapa tujuan untuk mengartikulasikan model life cycle perangkat lunak. Karakteristik-karakteristik tersebut meliputi:

  • Petunjuk untuk mengorganisir, merencanakan, mengorganisir, menganggarkan, menjadwalkan dan mengatur proyek perangkat lunak atas suatu organisasi waktu tertentu dan menghitung lingkungan yang mungkin mempengaruhinya.
  • Garis besar yang menentukan dokumen apa saja yang menghasilkan delivery to client.
  • Dasar untuk menentukan metodologi apa yang digunakan untuk rekayasa perangkat lunak dan rancang-bangun apa yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas life cycle berbeda.
  • Kerangka untuk menganalisa atau menaksir pola alokasi sumber daya dan konsumsi selama life cycle perangkat lunak (Boehm, 1981: 89).
  • Dasar untuk melaksanakan studi empiris dalam menentukan apa saja yang mempengaruhi produktivitas perangkat lunak, biaya, dan keseluruhan mutunya.

 

Apa Model Proses Perangkat Lunak?

Sangat kontras dengan model life cycle perangkat lunak, model proses perangkat lunak sering menghadirkan suatu urutan aktivitas jaringan, objek, transformasi dan peristiwa yang berwujud strategi untuk memenuhi evolusi perangkat lunak. Model tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan dan menyusun uraian aktivitas life cycle perangkat lunak yang lebih tepat. Kekuatannya adalah dari pemanfaatan suatu notasi, sintaksis atau semantik sesuai dengan proses komputasi.

 

Proses Perangkat lunak merupakan proses jaringan yang dapat dipandang sebagai perwakilan berbagai rangkaian tugas yang saling behubungan (Garg, 1989: 104). Serangkaian tugas tesebut menghadirkan suatu urutan tindakan yang tidak linier tapi terstruktur dan mengubah bentuk computasional object yang tersedia dalam sumber daya ke dalam intermediate atau produk jadi. Tidak linear tersebut memimplikasikan bahwa urutan tindakan mungkin non-deterministic dan iterative dengan mengakomodasikan alternatif paralel, seperti halnya perintah dalam kemajuan incremental. Tindakan tugas pada gilirannya dapat dipandang sebagai suatu urutan tidak linier dari tindakan primitif yang menandakan satuan terkecil untuk menghitung pekerjaan, seperti halnya suatu pemilihan pemakai, perintah atau masukan menu yang menggunakan mouse atau papan tombol. Winograd dan yang lainnya sudah menunjuk unit ini sebagai pekerjaan kerjasama antara orang dan komputer dalam suatu rangkaian tugas yang diberinama workflow (Bolcer, 1998: 234).

 

Serangkaian tugas dapat dilakukan untuk menandai dan menentukan urutan tindakan deskriptif. Rangkaian tugas tersebut diidealkan sebagai rencana dari tindakan yang harus terpenuhi dan di dalamnya terdapat pesanan. Sebagai contoh, suatu rangkain tugas untuk aktivitas perangkat lunak yang berorientasi objeck meliputi tindakan tugas sebagai berikut:

  1. Pengembangan suatu spesifikasi naratif informal dari suatu sistem.

  2. Identifikasi object termasuk atribut di dalamnya.

  3. Identifikasi operasi atas berbagai object.

  4. Identifikasi interface antara object, atribut atau operasi.

  5. Implementasi operasi-operasi tersebut (Scacchi, 2001: 5)

 

 

Model Life Cycle Perangkat Lunak Tradisional (Traditional Software Life Cycle Models)

 

Menurut Scacchi (2001), Evolusi Model perangkat lunak tradisional telah lama menjadi software engineering. Life cycle perangkat lunak yang klasik yang terkenal yaitu “Waterfall” dan model stepwise refinement secara luas tertulis dan dibahas oleh semua buku pada praktek pemrograman modern dan rekayasa perangkat lunak. Model incremental merilis model yang berhubungan erat dengan praktek industri yang sering terjadi di lapangan. Military standard mendasarkan pada model yang mempunyai format tertentu berdasarkan model life cycle klasik ke dalam praktek yang diperlukan untuk pemerintahan. Masing-masing empat model ini menggunakan hal-hal yang kasar atau karakteristik makroskopik ketika ingin menggambarkan evolusi perangkat lunak.Suatu langkah yang progresif, evolusi perangkat lunak sering dijelaskan dalam beberapa langkah, seperti spesifikasi kebutuhan, disain persiapan, dan implementasi. Hal tersebut pada umumnya hanya mempunyai sedikit atau tidak ada sama sekali karakteristik lebih lanjut selain dari daftar atribut produk dari langkah-langkah yang dilaluinya . Lebih lanjut, model ini adalah tidak terikat pada pengembangan organisasi, pilihan bahasa program, daerah aplikasi perangkat lunak dan lain lain. Singkatnya, model tradisional adalah context-free dibandingkan dengan context-sensitive. Tetapi semua life cycle model ini telah digunakan pada beberapa waktu yang lalu dan kita mengacu pada model tradisional serta memberikan karakteristik masing-masing pada gilirannya.

 

Life Cycle Perangkat Lunak Klasik (Classic Software Life Cycle)

Life cycle perangkat lunak klasik sering diwakili sebagai fase model perangkat lunak yang sederhana yaitu model “waterfall” dan evolusi perangkat lunak berproses melalui suatu urutan transisi rapi dari berfase tunggal hingga yang berikutnya dalam suatu urutan (Royce, 1990: 67). Lebih jauh Royce mengemukakan bahwa seperti model yang menyerupai uraian mesin, status evolusi perangkat lunak terbatas. Bagaimanapun, model ini telah menjadi model yang paling bermanfaat dalam membantu kegiatan yang terstruktur dan mengatur proyek pengembangan software besar dalam pengaturan organisasi yang kompleks yang merupakan salah satu tujuan yang utama. Sebagai alternatif, model klasik ini secara luas menandai kedua model yang menentukan dan menjelaskan bagaimana pengembangan software pada skala kecil dan besar terjadi. Gambar di bawah menjelaskan suatu pandangan “model waterfall” untuk pengembangan software yang digambarkan oleh Royce.

 

Lebih jauh tentang Model Waterfall

Model Waterfall adalah suatu jenis model pengembangan sistem teknologi informasi yang dikenalkan pada tahun 1970 oleh Winston W. Royce. Sebelum model tersebut ada, sejumlah kegagalan pemakaian dalam implementasi sistem proyek perangkat lunak sering terjadi karena ketiadaan parameter yang sesuai dan pendekatan mengenai cara serta kendali mengenai metode tugas manajemen proyek perangkat lunak.

 

Tujuan model ini adalah untuk memperkenalkan bagaimana proses desain sistem sebagai kerangka untuk pengembangan sistem dalam upaya membantu secara teratur dan efisien melalui suatu rangkaian tahapan dengan analisa kelayakan sistem termasuk atas release sistem dan pemeliharaannya.

 

Dinamakan waterfall karena model tersebut menggambarkan arah kemajuan sistem dari puncak ke bawah, seperti air yang terjun dari suatu ketinggian dengan berbagai panoramanya. Berfasa tunggal pada waktu yang sama ke arah bawah dalam suatu efek cascading. Sekarang ini, model waterfall dipertimbangkan sebagai suatu model klasik dan model jenis sistem konservatif tetapi bagaimanapun juga masih sangat dibutuhkan dan harus tetap ada untuk suatu pemahaman pokok pengembangan sistem dalam upaya merancang manajemen sistem perangkat lunak.

 

Dalam model waterfall, desain sistem dipecahkan dalam sejumlah langkah linier dan sequential di mana evolusi sistem dilihat bagaikan air yang mengalir semakin turun melalui fase-fase tertentu. Model waterfall mempunyai tujuan berbeda dari masing-masing fase (phase) pengembangan. Metoda pengembangan ini tidaklah membolehkan fase tertentu langsung menggantikan fase berikutnya sampai operasi fase yang terdahulu telah terpenuhi. Keluaran (output) dari fase masing-masing membentuk masukan (input) pada fase berikutnya. Oleh karena itu, masing-masing fase harus terpenuhi dahulu pada gilirannya untuk memelihara pertaliannya antara masukan dan keluaran (Bista, 2006).

Fase-fase dalam Model Waterfall

1. Requirements

 

  • Suatu statemen fungsi dan perilaku sistem yang diperlukan oleh para pemakai & operator
  • Kebutuhan Umum terdiri dari penjelasan secara detail & sasaran hasil yang terperinci dari sistem. Contoh dapat dipercaya, benar, efisien, mudah dioperasikan, dapat diperluas
  • Pemberian hubungan secara kualitatif & tujuan sistem secara kuantitatif

2. Specification

 

 

 

  • Daftar khusus, sistem tingkah laku yang terukur yang mencukupi kebutuhan sistem yang terinci.
  • Komunikasikan operasi sistem secara jelas dengan end user secara lengkap, terang, bisa teruji dan dapat dimengerti serta dengan kelengkapan referensi bersilang terindeks pada materi kebutuhan.
  • Gambarkan pengesahan disain tersebut & kriteria pengujian sistem akhir.
  • Sediakan mekanisme pemimpin untuk mengestimasikan kemajuan proyek

3. Design: Representation or model of a system

4. Coding & Debugging (Implementation)

  • Terjemahan dari desain ke dalam suatu bahasa program
  • Fenomena programmer sangat dibutuhkan
  • Buku catatan unit program

1. Dokumen tentang aktifitas pekerjaan programer
2. Dokumentasi pemeliharaan unit terkini
3. Uraian dari programer ke programer selama pengembangan

Kamus Data: Informasi Arsip dan rincian format fisik dari semua struktur, variabel, file dan lain-lain.

  • Kamus data melakukan pemetaan dokumentasi

Objek Data —- Struktur Sistem

Objek Data —- Parent Objects

Objek Data —- Modul Routins

 

  • Entri kamus data

Name : from the data-flow diagram or structure chart

Routine Usage : routines that access the object

Purpose : explanation

Derivation : where the data that the items holds comes from ex. files, user, other entries . . .

Subitems: Record components Notes: comments

5. Integration & Testing

 

 

  • Unit testing: modul/fungsi individu yang diuji terpisah dengan yang lain.
  • integration testing: modul sistem yang diuji secara bersama-sama

6. Deployment & maintenance

 

  • Fase kebutuhan sebelumnya untuk diulangi
  • Pembuatan 70%-90% dari biaya sistem keseluruhan
  • Mayoritas waktu pemeliharaan ( 50%) yang dikeluarkan pada pemahaman sistem
  • Tugas Pemeliharaan
  1. dokumentasi sistem
  2. Koleksi, Analisa dan Prioritas atas laporan atas user troubel
  3. Instalasi sistem baru
  4. Dokumentasi ( user’s manual) dan perubahannya
  5. Isu kontrol konfigurasi (Barnette ND & McQuain WD, 1998: 5)

 

Pada fase-fase di atas, sistem waterfall terdiri dari delapan fase berbeda dan masing-masing fase terbagi ke dalam dua divisi: divisi yang pertama meliputi tugas untuk dilaksanakan pada fase tersebut dan divisi kedua adalah justifikasi atau konfirmasi pemeriksaan prosedur pada pekerjaan spesifik tersebut. Dalam model ini, istilah konfirmasi dan justifikasi mempunyai maksud/arti yang spesifik:

 

Justifikasi berarti pengesahan atau pemeriksaan apakah hasil sesuai dengan misi operasional. Hal tersebut dilakukan dengan mengecek apakah produk benar-benar sedang dibuat atau tidak. Apakah produk yang dibuat benar sesuai yang diharapkan?. Sedangkan konfirmasi berarti verifikasi atau pemeriksaan mata rantai suatu hasil dan spesifikasi atas hasil tersebut. Dengan kata lain, suatu pengecekan bahwa hasil dibuat dengan cara yang benar. Apakah struktur sistem benar sesuai yang diharapkan?

 

Proses membangun aliran produk sistem dari fase ke fase dengan interaksi yang kecil diantara dua langkah terlepas dari perpindahan antara keluaran dan masukan. Urutan kemajuan fase menguatkan disiplin tiap-tiap fase yang mempunyai suatu awalan khusus dan akhiran tertentu serta kemajuan yang dengan pasti dapat diakui. Di dalam disain sistem perancangan modern, model waterfall digunakan untuk penyajian menurut urutan waktu yang dibagi menjadi fase yang berurutan dan struktur yang umum seperti model aslinya. Di sini, penamaan fase tidaklah penting demikian pula nama yang sesuai dapat digunakan untuk proyek tertentu yang sedang dikerjakan.

 

Apresiasi dan Kritik terhadap Model Waterfall

Model waterfall lemah dalam menentukan teknik penerapan manajemen pengendalian atas suatu proyek; perencanaan, pengendalian dan manajemen resiko tidaklah dibungkus dalam model tersendiri. Lebih dari itu, taksiran biaya dan waktu yang diperkirakan dipersulit untuk masing-masing langkah. Life cycle yang menggunakan kebutuhan asli kemungkinan tidak lagi sesuai dengan kemungkinan kecil dalam membuat prototipe.

 

Probem utama pada model waterfall adalah adanya penyekatan yang tidak fleksibel pada proyek ke dalam langkah-langkah berbeda membuat model ini sulit dalam bereaksi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan sehingga Model ini hanya sesuai ketika kebutuhan dengan baik dipahami dan perubahan secara wajar terbatas sepanjang proses disain.

Model waterfall dalam pengembangan sistem bekerja dengan baik ketika pengerjaan kembali atas produk yang terbatas pada jumlah kecil dan sisa produk tanpa adanya perubahan. Model ini bermanfaat untuk jenis yang tidak mudah gagal dan proyek perangkat lunak yang kuat serta dengan mudah diterapkan sehingga menghasilkan biaya yang kecil dan dapat menghemat waktu. Jika sistem dilakukan maka akan terjadi perubahan penting dan jika kebutuhan sistem tak dapat diramalkan kemudian pendekatan berbeda maka direkomendasikan pada pendekatan model lainnya karena model ini tidak dapat melakukannya.

Daftar Pustaka:

 

 

Barnette ND & McQuain WD. (1998). Intro Data Structures & SE. Computer Science Dept Va Tech.

Bista, Bharat (2006). The Waterfall Model: IT Project Management Solutions. http://www.buzzle.com/chapters/waterfall-model-it-project-management-solutions.html

Boehm, B. W. (1981). Software Engineering Economics, Prentice-Hall, Englewood Cliffs.

 

Garg, P.K. and M. Jazayeri (eds.) (1996). Process-Centered Software Engineering Environment, IEEE. Computer Society.

 

Pressman, Roger S. (2002). Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan praktisi (buku I). Andi.

 

Royce, W., (1990). TRW’s Ada Process Model for Incremental Development of Large Software Systems, Proc. 12th. Intern. Conf. Software Engineering, IEEE Computer Society.

 

Scacchi, Walt (2001). Process Models in Software Engineering. Institute for Software Research, University of California

 

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!